Sehat Sebagai Wujud Spritualitas Hidup

Dewasa ini menjalankan pola hidup yang sehat terkesan "gampang-gampang susah". Disaat kita ingin memiliki pola dan perilaku hidup yang sehat, kita dibenturkan pada sebuah paradoks hasil perilaku peradaban kita sendiri yaitu "hidup sehat itu mahal". Bila kita menilik realitas yang terjadi memang demikianlah adanya. Untuk dapat menikmati bahan pangan yang berkualitas dan organik kita harus merogoh "kocek" yang cukup dalam terkhusus pada masyarakat perkotaan. Semakin menyempitnya ruang gerak aktivitas diri (olahraga red.) juga memaksa orang-orang harus memanfaatkan jasa-jasa penyedia tempat-tempat olahraga untuk dapat beraktivitas diri yang juga tidak murah sejalan dengan fasilitas yang diberikan. Masyarakat dengan kelas ekonomi yang hanya layak "sejahtera" lantas sangat beralasan menafikan pola hidup sehat sebab kenyataan yang harus ditempuh dengan finansial yang besar untuk dapat menikmati pola hidup yang sehat serta muncul realitas hanya masyarakat kelas "atas" yang mampu melaksanakan dan menikmati pola hidup yang sebenarnya dewasa ini. Benarkah demikian?

EKONOMI NEGARA INDIKATOR KESADARAN HIDUP SEHAT

Tak dapat kita berpikir naif, bahwa banyak faktor dalam pola hidup sehat sangat dipengaruhi finansial seseorang. Mulai dari tempay tinggal yang sehat, aktivitas yang sehat, kebutuhan jasmani dan rohani yang sehat bahkan lingkungan yang sehat pula. Dari semua hal tersebut akan bermuara pada faktor utama yang harus sehat yaitu ekonomi (finansial red.) yang sehat pula.

Kita tidak dapat mengesampingkan vitalnya kebutuhan uang dewasa ini. Hampir semua hal harus dipenuhi dengan legalisasi uang sehingga "mau tidak mau" seseorang harus memenuhi kebutuhan akan uang. Pemenuhan uang ini yang akan mempengaruhi pola hidup seseorang secara mayoritas dan secara kesadaran membentuk perilakunya baik individual maupun sosial. Lingkaran pemenuhan finansial ini terjadi pada sistem ekonomi industrial yang dapat dikatakan sebagai sistem ekonomi secara universal yang berlaku di dunia secara mayoritas. Setiap orang terlibat dalam ekonomi-industrial untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup dan negara sebagai penyelenggara ekonomi-industrial ini adalah tonggak sehat-tidaknya setiap warganya mampu memenuhi kebutuhan ekonominya.

Banyak indikator yang dapat dijadikan standar kesehatan ekonomi sebuah negara. Mulai dari hal paling sederhana hingga tingkat "makro-ekonomi". Paling mudah adalah dengan melihat tingkat pengangguran dan masyarakat marjinal do sebuah negara adalah indikasi paling vital yang menyatakan sistem dan ekonomi sebuah negara tidak sehat. Pada tingkat makro-ekonomi mencakup standar-standar utama dalam masyarakatnya seperti tingkat kesehatan, pendidikan, teknologi, sosial-budaya, politik dan lingkungan. Hal-hal ini adalah faktor utama yang harus dipenuhi agar sebuah negara mencapai sistem ekonomi yang sehat. Bila tidak demikian maka sulitlah berkata bahwa sebuah negara baik secara ekonomi.

Kesehatan ekonomi negara ini berimbas langsung pada pola perilaku dan aktivitas hidup sehat masyarakatnya. Dengan ekonomi negara yang tidak sehat mengakibatkan setiap warga negaranya berada dijalur finansial yang tidak sehat juga seperti pendapatan yang minim, sistem kerja yang tidak sehat serta kompetisi dan kompetensi pekerjaan yang tidak memadai oleh industri baik bagi pekerja dan lingkungan yang berakibat langsung pada kesadaran hidup sehat individual dan kesadarannya akan lingkungan yang sehat. Dengan demikian negara sebagai penyelenggara ekonomi berkewajiban menciptakan iklim industri yang sehat sehingga mampu menciptakan kesadaran secara langsung dalam menciptakan kehidupan yang sehat dalam masyarakat negaranya, bila tidak pola hidup sehat akan tetap dalam lingkaran paradoks yang disebutkan di awal uraian ini.

SEHAT MELAMPAUI PARADOKS

Dari hal diatas dapat kita buat kesimpulan sederhana bahwa hidup yang sehat membutuhkan finansial yang sehat pula. Namun, kita tidak dapat berhenti sampai disitu sebab seidealnya hidup sehat adalah pilihan bukan keadaan. Dengan demikian dapatkan kita menciptakan pola hidup sehat dengan arus industrial yang tidak sehat?

Banyak orang terjebak dalam kebiasaan mayoritas sehingga menjadikan hal tersebut sebagai kebenaran. Padahal kebiasaan mayoritas hanya akan bertahan pada titik teknologi dan informasi yang berlaku. Sederhananya yaitu sehat tidak.diciptakan oleh biaya melainkan perilaku yang memahami. Contohnya yaitu mayoritas masyarakat perkotaan melakukan jogging dengan perlengkapan olahraga lengkap yang standar dan cukup mahal. Pada titik finansial yang baik hal tersebut benar dan mudah namun bila sebaliknya? Realitas ini terjadi dan mengganggu kesadaran pihak diluar itu bahwa jogging haruslah demikian sehingga beranggapan hal tersebut harus dipenuhi agar jogging dikatakan baik padahal jogging adalah kegiatan sederhana yang bahkan sebenarnya tidak memerlukan standar untuk melaksanakannya sebab pada dasarnya jogging adalah pergerakan tubuh dengan melakukan aktivitas berjalan maupun berlari sehingga dapat dilakukan dimanapun dengan ala kadarnya sekalipun. Tubuh hanya merespon pergerakan otot bukan gaya standar jogging yang dilakukan. Realitas kecil demikian diatas saja sangat mempengaruhi pola hidup sehat seseorang dimana hal tersebut dijadikan pola gaya hidup bukan kesadaran hidup.

Pada sektor pangan, industrialisasi pertanian telah memaksa peradaban hidup dalam pola pangan yang tidak organik. Tingginya kebutuhan dan permintaan dunia akan sektor pangan serta industri yang memenuhinya membutuhkan keuntungan untuk menjalankan roda industri mengakibatkan pola pertanian tidak sehat dilakukan. Penggunaan bahan kimia serta rekayasa genetik agar pola hidup tanaman semakin efisien berakibat pada hasil tanaman pangan dan lingkungan tanam. Seperti penggunaan berlebih pada pestisida dan pupuk kimia berakibat pada efek samping konsumsi jangka panjang seperti mutasi genetik yang berakibat penyakit kanker dan juga berimbas langsung pada lingkungan tanaman seperti tanah, air dan iklim jangka panjang serta pola hidup hewan disekitar lingkungan tanam yang secara kronologis berkesinambungan dan bisa berakibat evolusi yang buruk. Hilangnya mineral dalam tanah, air yang tercemar, serangga yang tumbuh tanpa kontrol serta peningkatan suhu bumi adalah akibat-akibat sederhana dari kronologis industrialisasi pertanian tersebut. Dengan itu semua pangan organik adalah pangan yang mewah. Mengapa demikian?

Pangan organik adalah sumber makanan yang tidak terkontaminasi mineral dan pola pertanian kimiawi secara penuh. Akibat hal diatas yang dijelaskan mengakibatkan pangan organik sulit diciptakan akibat tidak lagi "mainstream" dan masih dianggap mahal dan kecil peluang keuntungannya bila dikerjakan. Sehingga kebutuhan akan pangan organik dianggap hanya bagi segelintir petani "sukses" dan konsumennya yang "mewah". Padahal seyogyanya pertanian organik adalah ciri pertanian paling sederhana. Pola organik adalah pola yang paling tradisional yang sudah sangat lama ditinggalkan peradaban akibat kemunculan teknologi kimiawi buatan "tangan" manusia, jadi pada dasarnya pertanian organik adalah kesederhanaan pertanian. Upaya-upaya memenuhi pertanian organik oleh segelintir pihak yang membuat seakan pertanian organik adalah upaya yang mahal dan mewah.

Padahal pertanian organik dapat dilakukan dengan mudah dan murah. Hampir semua keperluan untuk budidaya organik dihasilkan oleh lingkungan masyarakat seperti kebutuhan pupuk organik maupun pestisida organik. Namun, pola kesadaran yang tercipta akibat sistem pertanian industrial mengakibatkan orang-orang merasa hal tersebut sulit dan mahal yang justru kenyataannya jauh lebih murah dan mudah yang dapat dikerjakan bahkan oleh skala rumahtangga. Hal seperti ini tidak tercipta sebagai akibat kesadaran akumulatif yang diciptakan oleh sistem ekonomi-industrial dan fatalnya tidak berjalan dengan sehat didalam sistem negara. Dalam konteks ini upaya edukasi masyarakat adalah tumpuan utama. Pihak-pihak yang memiliki visi-misi inovatif haruslah mengedepankan perab dalam menciptakan iklim kesadaran organik pada masyarakat dan upaya menghasilkan hidup yang organik sehingga perlahan secara ekonomi pun masyarakat dapat bertumbuh ke arah yang lebih sehat. Secara personal pun kesadaran-kesadaran akan hidup yang organik dan sehat haruslah dimulai dengan tidak terjebak dalam realitas modern tentang "hidup yang sehat" justru menggebrak kesadaran baru bahwa hidup sehat dan organik adalah sebuah kesederhanaan perilaku.

SEHAT SEBAGAI SPRITUALITAS DIRI

Dengan demikian hidup sehat adalah bagian dari sebuah perwujudan spiritualitas. Sehat adalah sebuah tindakan yang didasari oleh keseimbangan akal serta jiwa yang baik. Tanpa keseimbangan tersebut, sehat takkan pernah tercapai. Dengan demikian spritualitas diri akan dapat dicapai. Spritualitas bukanlah hal yang mewah dan modern melainkan wujud refleksi diri akan sikap menerima dunia dengan bijaksana. Sehat adalah syarat mutlak untuk dapat berjalan dalam spiritualitas diri yang baik. Dengan demikian perilaku baik secara individu maupun sosial akan tercipta.

Sehat bukanlah sebuah metoda melainkan hakekat setiap mahluk hidup harus dalam keadaan tersebut sehingga mampu berpikir dan bergerak secara potensial sesuai harkatnya. Maka dari hal tersebut sudah sewajarnya kita tidak merusak dan menjadikan keadaan yang seharusnya sehat menjadi sakit dan justru sebaliknya harus diterapkan. Dengan hidup yang sehat niscaya semua produk dan sistem peradaban manusia akan dihasilkan dengan sehat pula tanpa merugikan akal dan jiwa kita. ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 tahun sudah

Duka, membawaku kembali disini

Tan Malaka (Selayang Pandang Mengenal dan Mencoba Tak Lupa)